Direktur Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia, Dr. Khaerul Umam Noer, hadir dan mempresentasikan hasil penelitian PKWG UI pada kegiatan Pra Lokakarya Layanan terpadu Kesehatan Reproduksi dan Pusat Kajian Kesehatan Reproduksi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo yang diselenggarakan pada Selasa 16 Mei 2017 di RPT Kintani Raden Saleh RSCM/FKUI.

Acara ini merupakan inaugurasi dari pendirian RPT Kintani Raden Saleh RSCM yang mewadahi dialog dan kerjasama antarpihak dan lembaga dalam konteks dinamika sistem kesehatan reproduksi di Indonesia. Secara khusus acara ini difokuskan pada upaya bersama menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia yang terus meningkat.

Direktur PKWG UI mempresentasikan berbagai faktor yang mendorong tingginya angka AKI di Indonesia. Berdasarkan hasil riset PKWG UI dan hasil kegiatan Gender Studies Forum tahun 2015 lalu, dijelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga level yang berpengaruh pada tingginya AKI di Indonesia, mulai dari level kebijakan kesehatan reproduksi yang tidak sensitif gender, level komunitas dan sosio-kultural, dan level keluarga yang berfokus pada lemahnya posisi ibu hamil dalam mengambil keputusan.

Selain Direktur PKWG UI, hadir pula sebagai narasumber Prof. Farid A. Moeloek, Prof. Biran Affandi, dr. Anung Sugihantono, M.Kes (Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI), dr. Koesmedi Prihatno, Sp.OT (Dinkes DKI Jakarta), Dra. Hitima Wardani (BKKBN), dan Mia Siscawati, Ph.D (Kaprodi Kajian Gender Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI).